Fri04182014

Last update02:46:38 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Kalimantan Kalimantan Barat Ribuan Manusia Padati Jalan Gajah Mada Pontianak

Ribuan Manusia Padati Jalan Gajah Mada Pontianak

-Demi melihat liukan naga Cap Go Meh-

PONTIANAK, BeritAnda - Ribuan manusia dari berbagai kalangan berjajar disepanjang jalan Gajah Mada Kota Pontianak, demi menyaksikan Pawai Budaya Nusantara dalam rangka perayaan Cap Go Meh 2563 yang menampilkan atraksi permainan naga, Senin (6/2/2012) kemarin.

Satu persatu naga dari kelompok Yayasan Bhakti Suci, Yayasan Merdeka, Gempita, APKS, Siaga, Yayasan Budi Pekerti, Yayasan Panca Bhakti, Yayasan Pemadam Kebakaran Khatulistiwa, Yayasan Mitra Bhakti, serta dari Sanggar Mandala, tampil menghibur masyarakat Pontianak dengan tariannya yang mengagumkan.

Sesaknya penonton yang menyaksikan, membuat gerakan pemain naga agak terhambat sehingga gerakan naga jadi terkesan kurang luwes. Namun hal tersebut tak menyurutkan minat masyarakat untuk terus menyaksikan atraksi naga. Apalagi, selain naga, pawai juga menampilkan drumband, kesenian Tanjidor, Pohon manggar dan silat dari etnis Melayu, serta kontingen pawai dari suku Dayak, Batak, Jawa, Ambon, Madura, Manado, Padang dan Flores.

Acara tahunan yang selalu ramai dihadiri turis dari luar Kalbar tersebut dibuka dari podium kehormatan dihalaman Yayasan Bhakti Suci (YBS) Jalan Gajah Mada-Pontianak Selatan. Dalam sambutannya Ketua Panitia Pelaksana Perayaan Cap Go Meh 2012 di Kota Pontianak, Yu Nguan Cua mengatakan bahwa penyelenggaraan perayaan Cap Go Meh ini dimaksudkan untuk menggali kelestarian budaya yang hidup secara turun temurun. Semoga kebudayaan ini dapat dikenal masyarakat luas dan diterima.

Walikota Pontianak Sutarmidji, yang mendapat giliran berikutnya untuk menyampaikan sambutan mendukung pernyataan Ketua Panitia dengan menyatakan bahwa penyelenggaraan pelaksanaan perayaan Cap Go Meh 2012 itu, membuktikan bahwa Kota Pontianak merupakan kota yang sangat harmonis dalam hubungan etnis yang ada. “Perayaan Cap Go Meh dan perayaan kebudayaan lainnya merupakan aset Kalimantan Barat dan Kota Pontianak yang perlu kita jual untuk menambah pemasukan daerah dari pariwisata,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalbar Cristiandy Sanjaya, sebelum membuka resmi perayaan tersebut, juga menyampaikan hal senada. “Kita patut bersyukur karena dapat menikmati Pawai Budaya Nusantara sebagai perayaan Imlek 2563, yang melibatkan semua etnis yang ada di Kota Pontianak,” katanya. Ia mengatakan hal tersebut menjadi suatu kegiatan harmonis yang dapat menjadi modal dasar untuk persatuan di Kalbar.

Pawai yang juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Bhakti Suci The Lu Sia, Danrem 121 Alambhana Wanawai Kol. Inf. Toto Rinanto, serta Gubernur Kalbar periode 1977-1978 R. Soedjiman itu mengambil rute melalui Jalan Diponegoro, Jalan Gajahmada, Jalan Hijaz, dan Jalan Tanjungpura.

Pada pukul 19.30 wib di halaman Kantor Walikota Pontianak diselenggarakan acara penutupan rangkaian perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Pontianak dengan menampilkan atraksi permainan naga serta hiburan kembang api. (rfi/mwd)


Site Launch
Site Launch