Thu04172014

Last update06:45:46 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Kalimantan Kalimantan Barat Ratusan Petani Kubu Raya Demo Di Mapolda Kalbar

Ratusan Petani Kubu Raya Demo Di Mapolda Kalbar

PONTIANAK, BeritAnda - Ratusan petani yang tergabung dalam Serikat Tani Kubu Raya bersama puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kalimantan Barat, Selasa (20/12/2011) pagi, mendatangi Mapolda Kalbar menuntut pencabutan Hak Guna Usaha PT Sintang Raya atas lahan seluas 20.000 hektar yang tersebar di Desa Dabong, Desa Sui Slamat, Desa Seruat II, Desa Seruat III, Desa Mengkalang Jambu dan Desa Mengkalang Guntung, semuanya di Kabupaten Kubu Raya.

Massa juga menuntut pembebasan terhadap 12 rekan mereka yang ditahan karena dianggap menggarap lahan milik PT Sintang Raya. “Mengapa mereka ditangkap? Padahal mereka menggarap dilahan mereka sendiri yang telah diserobot oleh PT Sintang Raya!” teriak Ali dari AMKB saat dialog dengan Direskrimsus Kombes Wildan Dani yang mewakili pihak Polda Kalbar.

Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Mukson Munandar, yang juga menemui pengunjuk rasa menyatakan, bahwa unjuk rasa merupakan hak masayarakat yang diatur dalam undang-undang. “Kita akan tindak lanjuti permasalahan yang merupakan kewenangan kita untuk menanganinya,” ujar Mukson. Terkait pencabutan HGU, Mukson mengatakan bahwa itu merupakan kewenangan Pemda bukan kepolisian.

Mengenai 12 orang yang diamankan, dikatakan Mukson sudah diproses oleh pihak kepolisian. Penahanan mereka terkait tumpang tindih hak guna dan hak lokasi lahan. Menurut Mukson, kasus ini sudah ditangani oleh Polsek Kubu dan Polres Pontianak. “Berkasnya sudah P-19 dan sudah kita serahkan ke kejaksaan,” ungkapnya. Mukson menegaskan bahwa dalam kasus ini polisi bukan berpihak pada perusahaan tetapi berpihak pada undang-undang.

Dari Mapolda, pengunjuk rasa bergerak menuju PTUN Pontianak dengan menyuarakan tuntutan yang sama. Dalam aksi tersebut, perwakilan PTUN, Undang mengatakan, bahwa penanganan kasus penahanan terhadap warga Desa Dabong sudah mencapai tahapan saling tanya jawab , belum sampai ke tahap pembuktian.

“Awalnya ada 7 orang yang terlibat, namun dipertengahan dua orang mengundurkan diri. Jadi saat ini yang terlibat tinggal 5 orang yang menyatakan memiliki sertifikat lahan yang masuk dalam HGU PT Sintang Raya,” ujar Undang.

Hal tersebut, menurut Undang, telah dijawab oleh PT Sintang Raya yang menyatakan bahwa HGU tidak masuk ke lahan warga. Namun pengunjuk rasa tetap tidak puas dan mempertanyakan bagaimana prosesnya HGU PT Sintang Raya bisa terbit sehingga mencaplok lahan warga.

Petani yang masih belum puas melakukan aksi di kedua tempat tersebut, rencananya menuju ke Kantor Bupati Kubu Raya untuk mempertanyakan proses penertbitan HGU PT Sintang raya dan menuntut Bupati ikut menyelesaikan kasus Desa Dabong tersebut. (mwd/rfi)

Site Launch
Site Launch