Sat04192014

Last update01:46:09 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Kalimantan Kalimantan Barat Polda Kalbar dan Apegti Sepakat Berantas Gula Ilegal

Polda Kalbar dan Apegti Sepakat Berantas Gula Ilegal

PONTIANAK, BeritAnda - Dalam rangka memberantas perdagangan gula ilegal di wilayah Kalimantan Barat, Kepolisian Daerah Kalbar berkolaborasi dengan Asosiasi Pedagang Gula dan Terigu (Apegti) Kalbar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Reskrimsus Polda Kalbar Kombes Pol Widodo dalam kesempatan siaran pers terkait perdagangan gula di wilayah Kalimantan Barat yang digelar oleh Apegti, Senin (22/7/2013), pukul 16.30 wib, di Sekretariat Apegti Kalbar, Jalan Perdana, Kota Pontianak.

Menurut Widodo, Kalbar sebagai jalur pintu masuknya peredaran dan perdagangan gula sehingga upaya yang dilakukan Polda dan Apegti serta instansi terkait, pada saat ini adalah sebagai awal upaya penertiban terhadap peredaran gula ilegal dan dapat ditindak lanjuti oleh Gubernur.

“Kami sebagai tim terpadu akan menindaklanjuti di lapangan secara operasional dari segi penindakan hukum, namun dari segi ekonomis dari pihak Apegti yang akan melakukan penertiban,” terangnya.

Terkait dengan meningkatnya konsumen menjelang hari raya Idul Fitri, ia mengungkapkan, Polda secara operasional akan membatasi dan menindak tegas peredaran gula ilegal dan ini sebagai langkah awal agar pihak Apegti dan Disperindag Provinsi akan merekomendasikan pemenuhan gula lokal untuk wilayah Kalbar. “Kalau tidak bisa lokal dari Jawa maka kita akan impor secara resmi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu sempat menduga keterlibatan Malaysia sebagai perantara, namun setelah dilakukan pengembangan ternyata bukan, bahkan di Malaysia ada juga gula subsidi, yang oleh Malaysia sendiri bila keluar dari Malaysia akan ditangkap.

“Tetapi gula yang masuk di Malaysia adalah gula transisi dari Brasil, Banglades India, Srilangka dan Thailand,” kata Widodo.

Menurutnya, bahaya gula tersebut adalah gula rafinasi, bukan gula konsumsi. “Nanti selanjutnya akan dilakukan pengecekan di laboratorium oleh BBPOM,” ungkapnya.

“Barang bukti yang ada dari sekitar 17 kasus terdapat 3 ribu karung ditambah dengan penangkapan tadi siang sebanyak 150 karung,” ulasnya.

Widodo menambahkan, pada tahun 2012 ada 76 kasus. Selama ini ia telah menangani 17 kasus dan ini sebagai langkah awal untuk mengembangkan lebih lanjut.

Sementara itu, Ketua Apegti Kalbar Usman Jafar Almutahar mengatakan bahwa pihaknya bukan hanya sekedar menangkap pemain-pemain gula, tetapi juga akan berkoordinasi dengan supermarket-supermarket dan toko-toko yang ada di Kalimantan Barat terkait asal gula yang dijual tersebut.

Apabila supermarket dan toko tersebut mengikuti aturan berarti berarti tidak ada persoalan, tetapi jika tidak mengikuti aturan maka pasti ada persoalan dan bila ada persoalan maka akan kami serahkan kepada pihak kepolisian,” ancamnya serius.

Usman mengatakan, berdasrkan laporan dari Disperindag dari tahun 2012 sampai dengan 2013 tidak ada rekomendasi kecuali kartu kendali yang dikeluarkan hanya 30 ton. “Dari bulan Mei sampai Juli 2013, Apegti tidak memperoleh kartu kandali dan ini agak aneh sehingga akan kami cek di Disperindag,” katanya. (rfi)

 

Site Launch
Site Launch