Fri04182014

Last update02:46:38 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Kalimantan Kalimantan Barat Keuntungan Penyelundupan Gula di Kalbar Mencapai Rp176 M

Keuntungan Penyelundupan Gula di Kalbar Mencapai Rp176 M

PONTIANAK, BeritAnda - Keuntungan dari kegiatan penyelundupan gula rafinasi di kawasan perbatasan antara Kalbar dengan Serawak, Malaysia, mencapai angka Rp176 miliar dalam tempo 16 bulan, terhitung sejak Januari 2012 sampai dengan April 2013.

Demikian disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu (APEGTI) Kalbar, Syarif Usman Ja'Far Almutahar dalam jumpa pers yang digelar di kantornya di Jalan Perdana, Pontianak Selatan, Minggu (7/7/2013) siang.

Menurut Syarif Usman, fakta ini terungkap berdasarkan hasil investigasi dan cross cek data yang dilakukan oleh APEGTI Kalbar pada Disperindag. “Angka Rp176 miliar itu diperoleh dari nilai keuntungan harga jual gula perkilogram sebesar Rp2.000,” ungkap Syarif.

Menurutnya, berdasarkan data yang ada, jumlah penduduk Kalbar 4.319.000 orang dikalikan kebutuhan konsumsi gula per orang 1,28 kg perbulan, maka dalam satu bulan ada 5.528.320 kg dikalikan 16 bulan sama dengan 88.000.000 kg. Jika angka tersebut dikalikan Rp2.000 perkilogram, maka berhasil dapat Rp176.906.240.000. Dan angka tersebut, lanjut Syarif, belum termasuk hasil yang diraih pada tahun-tahun sebelumnya.

Data dari Disperindag Kalbar yang tertuang dalam surat mereka pada 27 Juni 2013, Syarif menyebutkan hanya 30 ton gula yang masuk ke Kalbar berdasarkan kartu kendali yang dipasok oleh CV. SJ.

Syarif mengatakan, rekomendasi untuk memasukan gula melalui perdagangan antar pulau dilakukan oleh pengusaha yang memiliki pengakuan sebagai PGAT. “Namun dari 12 surat rekomendasi tersebut, hanya satu perusahaan yang terealisir dengan nilai 30 ton gula yang dikapalkan pada 13 Februari 2013 lalu.

“Praktek Smugling tersebut menimbulkan efek negatif bagi para konsumen. Praktek penyelundupan gula rafinasi ini sangat merugikan masyarakat, sebab gula yang dikonsumsi masyarakat adalah gula untuk kepentingan industri makanan dan minuman,” ujarnya.

Terkait siapa oknum penyelundup gula di Kalbar, Syarif mengungkapkan, bahwa semua masyarakat Kalbar sudah mengetahui siapa oknum yang bermain dibalik penyelundupan gula ini.

“Nama penyelundup tersebut sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat Kalbar,” katanya.

Ia menyampaikan, kalau sudah lama oknum tersebut meracuni rakyat Kalbar dan sudah saatnya masyarakat Kalbar membasmi praktik tersebut.

“Sepertinya semua instansi terkait, aparat berwenang sulit mengungkapkan siapa nama dibalik penyelundup gula ini. Jika hukum tidak bisa ditegakan, maka pengadilan rakyatlah yang menegakannya,” tuturnya sedikit mengancam. (mwd/rfi)

Site Launch
Site Launch