Sat04192014

Last update12:45:59 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Kalimantan Kalimantan Barat Salur BLSM Gunakan Data Raskin, Potensi Masalah Baru

Salur BLSM Gunakan Data Raskin, Potensi Masalah Baru

SEKADAU BeritAnda - Secara nasional, pemerintah memberikan kebijikan penyaluran dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebagai konpensasi dari pencabutan subsidi BBM. Meski demikian di sejumlah daerah wacana penyaluran dana tunai melewati kantor pos ini, dikhwatirkan menimbulkan permasalahan baru.

Sepeti diketahui dari beberapa instansi terkait, diakui bahwa sasaran penerima dana BLSM ini diambil dari data PPLS tahun 2011 untuk mendapatkan data penerima beras bagi orang miskin (raskin) yang tak luput dari permasalahan tidak tepat sasaran penerima dan tidak terdatanya sebagian masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

BeritAnda.com mencoba menggali informasi dari beberapa dinas dan instansi terkait dengan penyaluran BLSM kesemuanya menemui jawaban yang sama, dengan akhir adanya kehawatiran munculnya permasalahan dalam tekhnis pelaksanaannya.

“Sampai sekarang kami belum menerima data jumlah penerima secara tertulis,” terang Ab.Muin S.Pdi, Kabid Sosial dan Tenga Kerja Dinas Sosnakertrans Kab.Sekadau, Senin (24/6/2013).

Meski demikian, menurut informasi yang didapat pada saat sosialisasi wacana penyaluran BLSM bulan lalu oleh Pemerintahan Provinsi Kalbar yang bekerjasama dengan Kementrian Sosial, BLS disalurkan kepada sasaran penerima berdasarkan data hasil sensus BPS di masing-masing kab/kota untuk rumah tangga miskin (RTM).

Sementara itu, Jimmy Sahlan SE.MM, Kabag.Ekon dan Inpestasi Pemda Kab.Sekadau, membenarkan bahwa untuk penyaluran BLSM sebagai konpensasi pencabutan subsidi BBM secara nasional kepada warga atau rumah tangga miskin (RTM) mengunakan data hasil dari PPLS Th 2011 di masing-masing kab/kota.

“Data BPS tersebut pada dasarnya digunakan untuk mendapatkan jumlah atau angka penduduk miskin sebagai patokan untuk penyaluran raskin, bantuan pendidikan, jaminan kesehatan masyarakat dan infrastruktur. Sesuai dengan sosialisasi dari TNP2K Jakarta,” ujar Jimmy melalui pesan singkatnya.

Sementara itu, Jamri, Kepala Kantor Pos Cabang Sekadau menyatakan untuk kantor Pos Cabang Sekadau masih berada di Menginduk ke kantor Pos Sanggau. “Sementara Cabang Sekadau membawahi 4 kecamatan (Sekadau Hilir, Sekadau Hulu, Nanga Taman dan Nanga Mahap) dalam mengakomodir penyaluran BLSM nantinya,” terang dia.

Saat ini, petugas Pos sudah melakukan pembagian kartu penerima BLSM ke masing-masing desa dan kecamatan dengan tekhnis melibatkan perangkat kecamatan dan desa sebagai mediator dan mengumpulkan warga yang terdata menurut data PPLS BPS berada dikatagori ekonomi menengah ke bawah dan berhak menerima bantuan.

Diakui Jamri, akan timbul kehawatiran terjadinya komplain dari masyarakat jika dalam penyaluran BLSM dianggap tidak tepat sasaran, seperti halnya pada penyaluran BLT.

Bahkan saat ini, beberapa desa dikatakan Jamri, menolak menerima penyaluran kartu BLSM dengan alasan pihak pemerintah desa masih memilah-milah masyarakat mana saja yang dianggap sesuai menerima BLSM agar tidak terjadi keceburuan sosial di masyarakat, yang dapat menimbulkan konflik dan penyaluran yang tidak tepat sasaran.

Untuk Resminya, Selasa (25/6/2013) besok, bertempat di kantor Pos Sekadau akan diadakan penyerahan secara simbolis penyerahan kartu penerima BLSM oleh Bupati Sekadau Simon Petrus S.Sos M.Si, kepada 10 orang penerima BLSM dengan disaksikan kepala Kantor Pos Kab. Sanggau dan Sekadau.

Sementara untuk 3 kecamatan (Belitang Hilir,Belitang dan Belitang Hulu) penyaluran BLSM diakomodir oleh kantor Pos Cabang Belitang dan belum diketahui jumlah rill penerima BLSM di tiga kecamatan tersebut. (nie/bdi)

 

Site Launch
Site Launch