Mon04212014

Last update07:28:09 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nusantara Jawa Jawa Tengah Pemkab Wonogiri Masih Terkendala Dengan Masalah Sampah

Pemkab Wonogiri Masih Terkendala Dengan Masalah Sampah

WONOGIRI, Beritanda - Menyongsong penilaian Adipura tahap II tahun 2011/2012 yang rencananya dimulai awal bulan Maret 2012 oleh tim dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah, dan LSM,  Pemerintah Kabupaten Wonogiri menggelar rapat koordinasi dengan senegap jajaran SKPD terkait. Rakor digelar di Ruang Data Setda di bawah pimpinan Sekretaris Daerah Drs. Budisena, MM, Kamis (16/2/2012).

Sebanyak 13 wilayah pantauan penilaian Adipura menjadi objek sorotan. Antara lain jalan arteri, area pemukiman, pasar Kota Wonogiri, area pertokoan, kantor pemerintahan, sekolahan, rumah sakit, Puskesmas, taman kota, terminal, stasiun, saluran sampah, dan TPA. Sekda memninta peran aktif dan partisipasi semua elemen yang ada. "Perlu sinergitas segenap masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha untuk melakukan gerakan kebersihan di lingkungannya masing-masing,” ungkapnya.

Penilaian program Adipura tahap II tahun 2011/ 2012 yang dilakukan ini nantinya akan cukup detail. Penilaian tidak lagi pada pantauan wilayah, namun kota secara keseluruhan secara detail dan utuh. Hal ini menyangkut fisik wilayah perkotaan seratus persen. Semua aspek kehidupan mulai dari terminal, sektor perumahan, jalan pertokoan, sekolah, Puskesmas, kantor, perairan, dan pasar akan menjadi bidikan penilaian oleh tim. "Penilaian nanti tidak hanya difokuskan lagi pada penilaian yang telah ditentukan dalam titik pantau. Tapi semua elemen akan dipantau oleh tim. Tim mau menilai di pantauan yang mana, itu menjadi rahasia tim penilai, kita tidak tahu."

Dari hasil obeservasi komponen penilaian wilayah pantau, ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi. Di antaranya permasalahan sampah. Yakni belum adanya pemilahan antara sampah organik dan non organik. Selain itu,  keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di area jalan dan PKL yang ada di terminal dan stasiun banyak yang masih menganggu lalu lintas dan pejalan kaki. Sampah-sampah seringkali dibiarkan berserakan di sekitarnya.

Sekda menghimbau agar gerakan Jumat Bersih kembali dihidupkan, karena kegiatan tersebut vakum selama ini. Ia meminta seluruh SKPD melakukan gerakan kebersihan setiap hari Jumat-nya setelah apel pagi. “Tidak usah lama-lama, setengah jam saja sudah sangat membantu menjaga dan merawat kebersihan lingkungan masing-masing.” (Jkes)


Site Launch
Site Launch