Wed04162014

Last update05:39:59 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Nasional Keamanan Dua Desa di Kabupaten Bima Bentrok

Dua Desa di Kabupaten Bima Bentrok

  • PDF

BIMA-NTB, BeritAnda - Tidak diketahui secara jelas penyebab permaslahannya, tiba-tiba dalam dua hari berturut-turut, yakni hari Sabtu dan Minggu kemarin, telah terjadi bentrok antara dua desa di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Peristiwa itu awalnya terjadi pada Sabtu (10/8//2013) sekitar pukul 09.00 wita, antara Desa Cenggu Kecamatan Belo dan Desa Tetnte Nisa Kecamatan Woha di Watasan So Lamangge dan So Soja.

Saat itu, tampak ratusan jumlah warga dari masing-masing dua kubu bersiaga di Watasan So Lamangge dan So Soja dengan membawa persenjataan tajam, seperti panah, tombak, dan sejata api (senpi) rakitan. Dua kubu itu terlihat saling melakukan penyerangan di areal persawahan seolah menjadi sebuah tontonan gratis bagi warga lain yang melintasi jalan Tente-Langgudu.

Peristiwa antara dua desa tersebut akhirnya mengundang puluhan anggota Polres Bima, Polsek Woha, dan Polsek Belo, untuk turun ke lokasi TKP yang dibantu juga oleh anggota TNI.

Pihak aparat keamanan berhasil meredam suasana dengan memukul mundur dua kubu yang melakukan baku serang itu saat memasuki pukul 11.30 wita. Beruntung, bentrok yang melibatkan ratusan warga pada masing-masing kubu itu tidak memakan korban jiwa. Meski demikian, keadaan warga antar dua kubu itu cukup tegang.

Sesuai dengan informasi awal yang berkembang, bahwa pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.30 wita, diperkirakan ada 3 sampai 4 unit sepeda motor melakukan kebut-kebutan sembari mengencangkan suara gas sepeda motor dan mengeluarkan nada ejekan tidak sopan di Dusun Beringin Desa Tente Nisa.

Kapolsek Woha, AKP Usman, J, saat dikonfirmasi wartawan di TKP, mengakui pihaknya belum mengetahui secara pasti persoalan awal yang memicu terjadinya bentrok antara Desa Cenggu dan Desa Tente Nisa tersebut.

Namun, kata AKP Usman, informasinya ada beberapa pemuda yang mengendarai 3 sampai 4 unit sepeda motor dengan suara gas yang kencang masuk di Dusun Beringin sembari mengeluarkan kata-kata tidak sopan, sehingga memancing warga untuk melakukan pemblokiran jalan sekitar pukul 03.00 wita Sabtu dini hari, dan dibuka satu jam.

"Akhirnya berlanjut dengan baku serang sekitar pukul 09.00 wita di persawahan dan tidak ada korban dalam baku serang itu," papar Usman.

Karena motif peperangannya belum jelas, lanjut Usman, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan dan menjerat pelakunya.

Kata Usman, pihaknya harus memeriksa saksi-saksi yang melihat langsung kejadian pada Sabtu dini hari itu agar bisa memastikan siapa pemuda tersebut.

Usman menghimbau kepada dua desa yang bentrok itu agar tidak lagi saling baku serang, tapi menyerahkan penyelesaiannya secara hukum kepada aparat polisi.

Namun, pada Minggu (11/8/2013) pukul 14.00 wita, bentrokan antara dua desa tersebut kembali terjadi lagi di So Lamangge dan So Soja. Letusan senpi rakitan cukup mengancam keselamatan jiwa di masing-masing kubu.

Setelah dua jam berlangsung, akhirnya aparat keamanan gabungan Polri dan TNI berhasil membubarkan paksa peperangan warga antara dua desa itu.

Kapolres Bima, AKBP Ekawana Prasta, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa peperangan antara dua desa tersebut dengan bersenjatakan senpi,  tombak, parang dan panah.

"Senjata yang digunakan ada senpi, panah, parang, dan tombak juga terlihat," ujar Ekawana.

Lebih lanjut Ekawana mengakui, peperangan itu terjadi disebabkan oleh karena salah seorang warga Cenggu, Delian Lubis dianiaya warga Tente Dusun Beringin hingga mengalami luka yang cukup serius.

Kata Ekawana, bagian kepala Delian Lubis luka sobek akibat senjata tajam serta salah satu jari tangannya di bagian kiri putus. "Sekarang dia (Delian Lubis) dirawat di RSUD Bima dan informasi sementara dia akan dirujuk ke Mataram. Karena Lubis luka, warga Cenggu marah, perang pun tidak bisa dihindari," kata Ekawana.

Dia menambahkan, terkait masalah Lubis, pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa-siapa pelakunya setelah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi-saksi.

"Beri kami waktu untuk menaganinya dan secepatnya akan kami ketahui pelakunya setelah kami memeriksa saksi-saksi dan melanjutkannya ke tahap penyidikan. Kami butuh waktu, warga harap bersabar," tandas Ekawana. (Suhairy)

 

Site Launch
Site Launch