Wed04232014

Last update03:31:33 PM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Gaya Hidup Budaya Ayo Ikuti Festival Meriam Karbit Pontianak

Ayo Ikuti Festival Meriam Karbit Pontianak

PONTIANAK, BeritAnda - Pada penyelenggaraan Festival Meriam Karbit Kota Pontianak tahun 2013 ini, panitia menyediakan total hadiah Rp 35 juta ditambah dengan piala bergilir Walikota Pontianak.

“Untuk dapat meraih hadiah tersebut, peserta akan dinilai keunggulannya pada lima kategori penilaian, yaitu bunyi letusan meriam, motif meriam, dekorasi panggung, atraksi seni budaya serta kekompakan tim. Untuk ukuran meriam bebas, yang penting tidak membahayakan pekerja masing-masing,” kata Ketua Forum Komunikasi Tradisi Meriam Karbit Seni dan Budaya Kota Pontianak, Syamsul Bahri, Senin (29/7/2013).

Persyaratan lainnya, ungkap Syamsul, adalah jumlah meriam untuk satu peserta minimal 5 buah meriam balok. “Meriam besi tidak masuk kategori, karena meriam besi tidak termasuk untuk seni,” ujarnya.

Untuk festival nanti, Syamsul mengaku total peserta yang saat ini sudah terdaftar ada 40 kelompok. Sedangkan untuk lokasi stand panitia untuk tahun ini berada di Jalan Komodor Yos Sudarso, tepatnya di Gang Landak.

Ia menegaskan bagi peserta yang akan menyebarkan proposal bantuan dana yang ditujukan kepada donatur, harus dilengkapi dengan tanda atau stempel dari Forum Meriam. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya proposal ilegal.

“Kalau tidak ada stempel dari forum maka proposal itu dianggap ilegal,” terangnya.

Ia menghimbau agar masyarakat lebih teliti untuk memberikan sumbangan kepada proposal meriam, karena dikhawatirkan mengatas namakan meriam tetapi ternyata itu adalah aksi penipuan.

Sementara itu Ketua Meriam Batas Kota Kelurahan Parit Mayor, Arifin Ilham mengatakan, meriam Parit Mayor saat ini ada lima dan rencananya akan ditambah dua buah lagi.

Ia mengatakan pada malam Idul Fitri nanti selain remaja putra, permainan meriam di Parit Mayor juga akan dimainkan para ibu-ibu lansia yang memiliki keberanian. Parit Mayor juga akan menggelar takbiran bersama di pinggiran Sungai Kapuas, tepatnya di lokasi meriam diiringi gendang dan seni Hadrah.

Permainan meriam karbit merupakan permainan rutin warga Kota Pontianak yang dimainkan setiap malam Idul Fitri atau malam takbiran. Setiap gang yang berada di tepian Sungai Kapuas akan saling bergantian menyalakkan meriam mereka, sebagai tanda suka cita menyambut hari kemenangan.

Meriam terbuat dari pohon-pohon besar dengan diameter 40 – 80 cm yang dilubangi lalu diikat dengan rotan dan bahan pengikat lainnya, agar meriam tidak bocor saat dimasukkan karbit sebagai bahan baku ledakan.

Sejarah permainan ini menjadi budaya dan ciri khas masyarakat Kota Pontianak berangkat dari penemuan Kota Pontianak oleh pendirinya Sultan Syarif Abdurahman, yang menembakkan meriam dari kapalnya untuk mengusir hantu-hantu kuntilanak yang saat itu mengganggu perjalanan rombongan beliau.

Selain itu, dengan menembakan meriam pula, beliau menentukan letak pusat pemerintahan kerajaannya, yaitu tepat dimana bola peluru meriam itu jatuh yang saat ini menjadi lokasi berdirinya Istana Kadriah Pontianak. (mwd/rfi)

 

Site Launch
Site Launch